
Jakarta, 7 Januari 2026 – Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta (UTM Jakarta) Jakarta menjadi tempat pelaksanaan kegiatan Silaturahmi antara Rektor dan Badan Pembina Harian (BPH) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang meliputi wilayah Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat. Kegiatan ini berlangsung pada hari Rabu, 7 Januari 2026. Hadir dalam acara ini adalah para pimpinan BPH serta anggota pimpinan PTMA dari berbagai daerah. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan silaturahmi, memperkaya kerja sama, serta melakukan diskusi tentang strategi pengembangan perguruan tinggi Muhammadiyah.
Dalam sambutannya, Rektor UTM Jakarta, Prof. Dr. H. Suradika, M. Pd menyampaikan bahwa Kampus C UTM yang berlokasi di Rorotan mendapatkan dukungan dari Pemerintah Daerah DKI Jakarta dan akan dikembangkan secara bertahap sesuai dengan perencanaan jangka panjang universitas. Saat ini, UTM Jakarta memiliki 7 program studi, Manajemen, Akuntansi, Bisnis Digital, Rekayasa Komputer, Sistem Teknologi Informasi, Sosial Ekonomi Perikanan dan Hukum Bisnis dan Sekolah Pascasarjana
Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa sesuai dengan kebijakan PP Muhammadiyah, setiap PT memiliki unit bisnis sebagai sumber pendapatan, di luar Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Sejalan dengan hal tersebut, UTM Jakarta memperkenalkan PT UTM Jakarta Maju sebagai unit usaha yang diharapkan dapat mendukung kemandirian dan keberlanjutan institusi.
Sementara itu, Prof. Dr. Bunyamin, M. Pd. I, Ketua BPH UTM Jakarta mengatakan bahwa rasa syukur dapat menghadiri pertemuan. Ia menyinggung kembali semangat besar yang lahir dari keputusan rapat Muhammadiyah tahun 1920, di mana salah satu gagasan pentingnya adalah pendirian perguruan tinggi Muhammadiyah. Menurutnya, semangat tersebut perlu terus dihidupkan, terutama untuk mendorong kampus-kampus PTMA yang masih tertinggal, baik dari sisi manajemen maupun lingkungan akademik.
Selanjutnya, Prof. Dr. Lela Nurlela Wati, SE, MM, CRA, CRP, Direktur PT UTM Jakarta Maju menyampaikan pengenalan PT UTM Jakarta Maju. Perusahaan ini dibentuk sebagai wujud komitmen UTM Jakarta dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pengembangan usaha di bidang pendidikan, perdagangan, dan konstruksi. PT UTM Jakarta Maju menawarkan berbagai produk dan jasa, meliputi pendidikan dan pelatihan, perdagangan besar, serta konstruksi dan infrastruktur. Perusahaan ini juga mengembangkan sejumlah pilar bisnis unggulan, seperti sistem visual (videotron indoor–outdoor, interactive flat panel, dan kiosk), air purifier untuk kesehatan lingkungan, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), hingga furniture sekolah dan perguruan tinggi.
Selanjutnya, Prof. Dr. M. Yunan Yusuf, MA, Ketua BPH ITB Ahmad Dahlan bahwa dampak pandemi Covid-19 terhadap penurunan penerimaan mahasiswa di berbagai PTMA. Kondisi tersebut mendorong kampus-kampus untuk berinovasi dengan menciptakan produk dan unit usaha sebagai sumber pendapatan alternatif di luar PMB. Ia mencontohkan salah satu PTMA, yakni ITB Ahmad Dahlan, yang mengembangkan usaha penjualan roti sebagai langkah cepat dan realistis untuk menopang keuangan institusi.
Selain itu, dalam kesempatan yang sama, perwakilan Bank Syariah Matahari juga menjelaskan peran dan layanan perbankan syariah bagi PTMA. Dijelaskan bahwa hingga saat ini jumlah PTMA yang menjadi nasabah Bank Syariah Matahari masih relatif sedikit. Oleh karena itu, pihak bank mengajak PTMA untuk menjalin kerja sama dan memanfaatkan layanan perbankan syariah sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi Muhammadiyah. Melalui kegiatan silaturahmi ini, diharapkan dapat terjalin kerja sama yang lebih erat antar PTMA, baik dalam hal akademik, manajemen, maupun pengembangan bisnis, sehingga PTMA dapat terus berkembang dan tetap kompetitif di tengah berbagai perubahan zaman.




