UTM Jakarta Kupas Peran AI dalam Manajemen Modern

Jakarta, 4 Agustus 2025 – Universitas Teknologi Muhammadiyah (UTM) Jakarta kembali menggelar kegiatan rutin akademik bertajuk Bincang Dosen Edisi 4, yang kali ini mengangkat tema “AI dan Otomatisasi dalam Proses Manajemen.” Acara ini diselenggarakan secara virtual dan berhasil menarik antusiasme sebanyak 61 peserta dari kalangan dosen dan mahasiswa.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UTM Jakarta, Moch. Rizal, SE, MM, yang menyampaikan pentingnya pemahaman dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), dalam dunia akademik dan profesional.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperluas wawasan kita bersama, bahwa AI bukan sekadar tren, melainkan bagian integral dari strategi manajerial masa depan,” ujar Moch. Rizal dalam sambutannya.

Sebagai narasumber utama, Budiman Abdullah, SE., MM., selaku Ketua Program Studi S1 Manajemen FEB UTM Jakarta, menyampaikan bahwa AI saat ini telah mampu meniru kecerdasan manusia, mulai dari berpikir, belajar, hingga mengambil keputusan. Dalam konteks manajemen, AI mampu berperan dalam seluruh proses manajerial, mulai dari perencanaan strategis, pengorganisasian SDM, pengarahan melalui sistem rekomendasi, hingga pengendalian dengan audit otomatis dan monitoring real-time.

Namun, Budiman juga menekankan pentingnya etika dalam penggunaan AI, khususnya oleh mahasiswa. Meskipun AI dapat membantu dalam menyelesaikan tugas dan mempercepat proses pembelajaran, AI tidak boleh menjadi alat utama yang menggantikan kemampuan berpikir kritis dan kemandirian individu.

Dalam pemaparannya, Budiman memaparkan tren global adopsi AI. Asia Pasifik, khususnya China dan Hong Kong, menjadi pionir dalam pemanfaatan AI di sektor industri dan pemerintahan. Di sisi lain, Eropa mencatat angka adopsi sebesar 63%, meskipun dihambat oleh regulasi ketat. Amerika Latin berada di angka 48%, dan Amerika Utara sekitar 34%.

Menariknya, generasi Z (lahir 1997–2012) yang kini mendominasi bangku perkuliahan, menjadi pengguna aktif teknologi AI. Berdasarkan data, sekitar 80–90% mahasiswa di Indonesia menggunakan AI dalam aktivitas akademik mereka. Budiman mengingatkan bahwa AI harus digunakan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti tanggung jawab belajar.

Tak hanya di bidang manajemen, AI juga telah merambah ke sektor kesehatan, pendidikan, bahkan militer. Contohnya, di bidang kesehatan, AI telah membantu mempermudah layanan pasien melalui sistem konsultasi daring dan antrean otomatis, yang sangat bermanfaat bagi daerah dengan akses terbatas.

Selain membuka peluang besar, AI juga membawa tantangan seperti pengurangan lapangan pekerjaan, serta isu etika dan privasi. Oleh karena itu, pengembangan AI ke depan harus diimbangi dengan literasi teknologi dan penguatan nilai-nilai tanggung jawab sosial.

Acara yang dimoderatori oleh mahasiswa Prodi Manajemen, Givar Hartawan M., berlangsung dengan penuh antusias dan interaktif. Bincang Dosen ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi sivitas akademika untuk terus memperdalam literasi teknologi, khususnya dalam konteks pengembangan ilmu manajemen yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Share it :