
Jakarta, 18 September 2025 – Universitas Teknologi Muhammadiyah (UTM) Jakarta resmi menyelenggarakan Pekan Ta’aruf (PETA) Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2025/2026 dengan tema “Crafting Futures with Code and Courage”. Acara yang berlangsung di Kampus B, Jalan Minangkabau, Jakarta Selatan ini menjadi momentum penting dalam menyambut generasi baru calon intelektual muslim yang siap berkontribusi bagi bangsa dan masyarakat.
Acara resmi dibuka dengan tarian Saman yang memukau, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Mars UTM Jakarta oleh Paduan Suara UTM Jakarta. Kehadiran lantunan penuh semangat ini meneguhkan suasana kebersamaan dan kekhidmatan.
Presiden Mahasiswa BEM UTM Jakarta, Asryani, dalam sambutannya menekankan bahwa mahasiswa baru kini bukan lagi siswa, melainkan bagian dari civitas akademika.
“Semoga dengan hadirnya UTM Jakarta, kalian bisa lebih berkembang, lebih berprestasi, dan sukses di masa depan, Aamiin,” ungkapnya penuh optimisme.
Rektor UTM Jakarta, Prof. Dr. H. Suradika, M.Pd., menyampaikan pesan hangat kepada mahasiswa baru. Beliau memperkenalkan jajaran dekan, wakil rektor, hingga dosen, sembari mengingatkan pentingnya belajar dengan gembira.
“Belajar yang gembira adalah belajar yang sukses. Jangan pernah menganggap tugas dosen sebagai beban, tetapi sebagai peluang untuk tumbuh,” pesannya.
Rektor UTM Jakarta juga mengajak mahasiswa baru aktif dalam organisasi, beribadah dengan baik, serta menjaga nama baik kampus. Ia menekankan, meski UTM Jakarta baru dua tahun berstatus universitas, dengan dosen yang giat dan mahasiswa yang bersemangat, UTM optimis menjadi universitas yang terus maju.
Menghadirkan para tokoh inspiratif, sesi utama dimulai dengan keynote speaker Elan Suhelan, M.Kom., Direktur PT Indo Storage Solusi Teknologi. Ia menyoroti perkembangan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (AI), cloud computing, cybersecurity, hingga Internet of Things.
“Mahasiswa baru harus berani mencoba, mempelajari machine learning, deep learning, dan teknologi masa depan lainnya. Inilah bekal untuk bersaing di era digital,” jelasnya.
Sesi materi berlanjut dengan Pande Putu Khrisna Ariyudha yang mengulas pentingnya mahasiswa menjadi lifelong learners. Ia memaparkan kerangka berpikir seperti SWOT serta elemen penting dalam membangun daya saing sepanjang hayat. Sementara itu, IPDA Wisnu Nusantoro dari Polres Metro Jakarta Pusat menekankan peran generasi muda dalam menjaga kedaulatan digital.
“Pembelaan negara saat ini bukan hanya pertahanan fisik, tetapi juga lewat ruang digital. Bijaklah dalam bermedia sosial, karena satu ketikan bisa mengubah dunia,” tegasnya.
Materi ketiga ditutup oleh Fitrah Bukhari, S.H., M.Si., M.H., Ketua Komisi Advokasi BPKN, yang mengupas pentingnya etika sebagai pondasi intelektual.
“Ilmu tanpa etika adalah bahaya. Banyak orang pintar jatuh bukan karena kurang cerdas, tetapi karena kehilangan etika,” pungkasnya, seraya mengajak mahasiswa menjadikan moralitas sebagai landasan pengembangan ilmu.
Selain para narasumber eksternal, acara juga diisi dengan pemaparan dari Wakil Rektor I, II, dan III, serta Lembaga Penjaminan Mutu (LPM). Mereka menjelaskan visi akademik, strategi pengembangan kampus, hingga sistem penjaminan mutu yang terus diperkuat demi mencetak lulusan berkualitas dan berdaya saing.
Tak ketinggalan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) melalui Dekan Moch. Rizal, SE, MM bersama jajaran kaprodi, serta Fakultas Sains dan Teknologi (FST) melalui Dekan Imam Santoso, S.Kom., M.Kom. juga turut memperkenalkan sistem e-campus serta tata cara pengisian Kartu Rencana Studi (KRS). Pemaparan ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa baru dalam memahami sistem akademik modern yang terintegrasi dengan teknologi.
Dengan rangkaian kegiatan PETA 2025 hari pertama ini, UTM Jakarta meneguhkan komitmennya mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam teknologi, tetapi juga berkarakter, beretika, dan berjiwa kebangsaan.




