
Jakarta, 27 September 2025 – Universitas Teknologi Muhammadiyah (UTM) Jakarta kembali menggelar kuliah umum untuk mahasiswa program pascasarjana dengan tema “Membangun Peradaban Berkemajuan: Meneguhkan Nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di Era Artificial Intelligence”. Kegiatan ini menghadirkan dua tokoh penting kampus, yaitu Prof. Dr. H. Suradika, M.Pd selaku Rektor UTM Jakarta, serta Prof. Dr. Bunyamin, M.Pd.I, Ketua BPH UTM Jakarta sebagai pemateri utama.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan UTM Jakarta mulai dari Rektor, Wakil Rektor I, II, dan III, Kaprodi S2 Manajemen, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, para dosen S2, serta mahasiswa/i Program Pascasarjana Tahun Akademik 2025/2026. Kehadiran para pimpinan sekaligus memperkuat komitmen UTM Jakarta dalam memberikan perhatian penuh terhadap pengembangan akademik mahasiswa pascasarjana.
Dalam sambutannya, Rektor UTM Jakarta Prof. Dr. Suradika menekankan pentingnya tema ini bagi mahasiswa S2 yang akan menjadi intelektual sekaligus pemimpin di masa depan. Menurutnya, pembahasan tentang Islam berkemajuan sangat relevan untuk menopang kemajuan ekonomi, politik, dan peradaban global.
“UTM Jakarta saat ini sedang berkembang pesat pasca perubahan status menjadi universitas. Dengan dukungan dosen-dosen berkualitas dan akreditasi ‘Baik Sekali’ pada program studi, kami berkomitmen meningkatkan mutu pembelajaran agar menghasilkan lulusan terbaik,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Bunyamin dalam penyampaiannya menyoroti tantangan substantif umat Islam di era modern. Ia mengutip pemikiran Muhammad Abduh: “Saya menemukan Islam di Paris meski tidak ada orang Islam, dan saya tidak menemukan Islam di Mesir meski banyak orang Islam.” Pernyataan ini, menurutnya, menjadi cermin bahwa umat Islam kerap terjebak pada aspek ritual dan simbolik, namun abai terhadap nilai-nilai substantif yang sesungguhnya menjadi ruh Islam. “Inilah pekerjaan besar kita, meneguhkan nilai Islam yang sejati sekaligus relevan dalam menghadapi tantangan era Artificial Intelligence,” tegasnya.
Kuliah umum ini diikuti dengan antusias oleh mahasiswa pascasarjana UTM Jakarta. Diskusi hangat terjalin mengenai bagaimana nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan dapat menjadi fondasi kokoh dalam membangun peradaban yang berkemajuan, tanpa meninggalkan etika dan kemanusiaan di tengah derasnya arus teknologi kecerdasan buatan.
Melalui kuliah umum ini, UTM Jakarta menegaskan perannya sebagai kampus yang tidak hanya fokus pada penguasaan teknologi, tetapi juga berkomitmen pada penguatan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan dalam setiap aspek pembelajaran.




