UTM Jakarta Gelar Bincang Dosen Edisi ke-7: Bahas Strategi Pengembangan Kompetensi dan Agile Learning di Era Digital

Jakarta, 17 Oktober 2025 – Universitas Teknologi Muhammadiyah (UTM) Jakarta kembali menggelar kegiatan rutin Bincang Dosen Edisi ke-7 dengan tema “Pengembangan Kompetensi dan Agile Learning”. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom ini diikuti oleh 34 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan UTM Jakarta.

Acara menghadirkan Dr. Achmadi, SE, MM, dosen UTM Jakarta, sebagai narasumber utama, dan Bizan Abni Yustiardi, mahasiswa Program Studi Akuntansi, sebagai moderator. Diskusi berlangsung dinamis dan inspiratif, membahas pentingnya pengembangan kompetensi serta penerapan Agile Learning dalam dunia pendidikan dan dunia kerja yang terus berubah cepat akibat transformasi digital.

Dalam pemaparannya, Dr. Achmadi menjelaskan bahwa pengembangan kompetensi merupakan proses sistematis untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan, keterampilan, dan sikap seseorang agar mampu melaksanakan tugas secara efektif sesuai dengan kebutuhan organisasi dan perkembangan zaman.

“Pengembangan kompetensi bukan hanya soal meningkatkan kemampuan individu, tetapi juga memperkuat daya saing institusi. Tujuan akhirnya adalah membentuk sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi perubahan,” ujar Dr. Achmadi.

Beliau juga memperkenalkan konsep Agile Learning, yaitu pendekatan pembelajaran yang fleksibel, adaptif, dan interaktif terhadap perubahan kebutuhan organisasi maupun individu. Prinsip ini menekankan pentingnya continuous learning (pembelajaran berkelanjutan), kolaborasi, dan kecepatan adaptasi terhadap perubahan teknologi.

Lebih lanjut, Dr. Achmadi menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan kompetensi mencakup empat aspek utama: pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), sikap (attitude), dan etika (ethics). Keempat aspek ini harus berjalan seimbang untuk membentuk pribadi profesional yang berkarakter dan bertanggung jawab.

Penerapan Agile Learning membawa banyak manfaat seperti mempercepat transfer pengetahuan, meningkatkan kemampuan adaptasi, memperkuat kolaborasi tim, serta mendorong pembelajaran mandiri. Namun, Dr. Achmadi juga menyoroti tantangan yang dihadapi, antara lain resistensi terhadap perubahan budaya belajar, keterbatasan infrastruktur digital, dan kurangnya fasilitator yang memahami konsep ini secara mendalam.

“Kita perlu menciptakan budaya belajar yang terbuka, kolaboratif, dan responsif terhadap perubahan. Tantangan selalu ada, tapi kuncinya adalah konsistensi dan kemauan untuk terus berkembang,” tutupnya.

Melalui kegiatan Bincang Dosen ini, UTM Jakarta berkomitmen untuk terus memfasilitasi ruang diskusi dan pengembangan kompetensi bagi dosen, mahasiswa, serta sivitas akademika. Program ini juga menjadi wujud nyata dari semangat UTM Jakarta dalam membentuk technopreneurs yang adaptif, inovatif, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Share it :