Bincang Dosen Edisi ke-8: Manusia dan AI Siap Kolaborasi Hadapi Era Teknologi

27 November 2025 – Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta (UTM Jakarta) kembali menyelenggarakan acara Bincang Dosen Edisi ke-8 dengan tema “Kolaborasi Manusia dan AI: Persiapan SDM & Peran Dosen di Era Teknologi” secara daring melalui platform zoom pada hari Kamis, 27 November 2025. Kegiatan ini diikuti 35 Peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa dan masyarakat umum. 

Acara ini dibuka oleh Imam Santoso, S. Kom, M. Kom, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan teknologi dan dampaknya terhadap proses belajar-mengajar. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa teknologi telah mengubah nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari. Dulu, manusia tidak terlalu bergantung pada perangkat digital, tetapi sekarang hampir semua aktivitas dilakukan dengan bantuan teknologi, termasuk pembayaran tiket transportasi yang bisa dilakukan hanya melalui smartphone. Perubahan ini juga mempengaruhi dunia pendidikan, dimana penggunaan AI seperti ChatGPT dan berbagai platform kecerdasan buatan lainnya sudah menjadi hal yang lumrah, terutama dalam menyelesaikan tugas, melakukan penelitian, dan berbagai aktivitas akademik lainnya.

AI saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan kita, tetapi penggunaannya harus tetap bijak” ujarnya.

Sebagai narasumber utama, Ndaru Ruseno, S. Kom, M. Kom, Kabag IT UTM Jakarta memberikan materi tentang peran penting AI dalam membantu menyelesaikan tugas, pekerjaan akademik, hingga proses kreatif di masa kini. Ia menjelaskan bahwa AI adalah kecerdasan buatan yang dibuat manusia untuk membantu menyelesaikan berbagai pekerjaan secara lebih cepat, efisien, dan terorganisir, seperti membuat makalah, menyusun ringkasan, memetakan alur kerja, serta menghasilkan berbagai macam konten, mulai dari suara, visual hingga multimedia.

Menurut Ndaru, kemampuan AI dalam menyesuaikan gaya bahasa dan tingkat keformalannya, baik untuk anak SD, mahasiswa, ataupun profesional membuat hasil yang diberikan sangat bergantung pada konteks, instruksi, serta perintah yang diberikan oleh pengguna. Ia menekankan bahwa di dunia pendidikan maupun pekerjaan, AI bukan pengganti manusia, melainkan rekan kolaboratif yang bisa mempercepat proses berpikir, mengolah data, mendukung kreativitas, serta membuka peluang baru dalam menyelesaikan masalah.

Dengan berkembangnya teknologi yang semakin pesat, Ndaru menyampaikan bahwa saat ini mahasiswa dan dosen diwajibkan memiliki kemampuan digital yang kuat serta memahami cara kerja AI agar bisa menggunakan teknologi ini secara optimal.

Eksplorasi berbagai jenis AI, mulai dari AI berbasis teks, AI analisis data, AI pembuatan desain, hingga AI pembuat konten audio-visual, dianggap sebagai langkah penting untuk memastikan bahwa sumber daya manusia tidak hanya menjadi pengguna pasif, tetapi juga mampu berinovasi dan meningkatkan kualitas kerja melalui teknologi.

Ia menutup materinya dengan menekankan bahwa penguasaan AI akan membentuk generasi yang lebih siap menghadapi tantangan di era digital, lebih kreatif dalam menyelesaikan tugas, serta lebih efisien dalam bekerja. Kolaborasi antara kecerdasan manusia dan kecerdasan buatan dianggap sebagai kunci untuk membangun sumber daya manusia yang unggul, kompetitif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang terus berubah cepat.

Melalui kegiatan Bincang Dosen ini, UTM Jakarta berkomitmen untuk memberikan ruang diskusi untuk untuk mahasiswa, dosen, dan tendik agar mendapatkan insight baru terkait penggunaan Artificial Intelligence (AI). Lalu, dengan adanya kegiatan ini juga dapat mengembangkan kompetensi untuk sivitas akademika UTM Jakarta, baik dosen, mahasiswa maupun tendik

Share it :